Laman

16 Oktober 2007

PERJANJIAN IBLIS & ALLAH

Bismillahirrahmanirrahiim


Dialog Iblis dan Allah
Tatkala Adam diciptakan Allah di sorga, maka sujudlah para malaikat kepadanya kecuali Iblis. Kemudian Sang Khalik menegor,“Hai Iblis, apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada apa yang telah aku ciptakan dengan kekuasaan-Ku? Apakah engkau takabur ataukah engkau dari golongan yang tinggi?” Iblis menjawab dengan sinisnya,”Aku lebih baik daripadanya. Engkau ciptakan aku dari api dan dia Engkau ciptakan dari tanah. Aku tidak akan sujud kepadanya yang Engkau menciptakannya dari tanah hitam kering yang diberi bentuk.” Mendengar jawaban Iblis, murkalah Allah dan berkata,”Keluarlah engkau dari sorga, maka sejak saat ini engkau adalah mahluk yang terkutuk. Dan ketahuilah sesungguhnya engkau dilaknat hingga hari pembalasan!” Kemudian Iblis memohon kepada Allah,”Ya Tuhanku, tangguhkanlah hukumanMu padaku sampai pada hari manusia dibangkitkan lagi.” Allahpun mengabulkan permintaan Iblis dengan berkata,”Sesungguhnya engkau termasuk mereka yang diberi tangguh sampai hari yang telah ditentukan.” Mendengar permintaannya dikabulkan, maka dengan congkaknya Iblispun berkata,”Ya Tuhanku, dengan sebab Engkau telah menghukumku sesat, maka dengan kekuasaanMu aku akan membuat manusia menyenangi perbuatan maksiat di bumi dan menjadikan mereka semua sesat, kecuali hamba-hambamu yang ikhlas.” (sumber: QS.15:30-40 QS.38:73-83)


Renungan
Dari dialog tersebut di atas, maka dapatlah kita ketahui bahwa terlepas dari sifat takabur dan kufurnya, Iblis masih mempunyai keimanan kepada Tuhannya. Hal ini dibuktikan bahwa dia masih memohon kepada Allah ketika dia menginginkan agar hukuman buat dirinya ditangguhkan. Dia percaya akan datangnya hari pembalasan atau kiamat. Kemudian dia mau mengakui bahwa hanya dengan kekuasaan Allah-lah dia mampu menyesatkan umat manusia.
Ironis sekali ada sebagian manusia yang telah diberi akal dan fikiran tidak memiliki keimanan seperti yang dimiliki Iblis. Masih banyak di antara kita yang enggan percaya kepada Allah dengan sepenuh hatinya. Masih banyak di antara kita yang memohon pertolongan selain kepada Allah. Masih banyak di antara kita yang menganggap hari pembalasan sebagai cerita belaka atau hal yang diabaikan begitu saja. Masih banyak di antara kita yang merasa mampu melakukan sesuatu semata-mata karena kepandaiannya atau ilmu yang dimilikinya. Hal yang demikian ini tentu saja tidak terlepas dari adanya tipu daya Iblis itu sendiri.
Sebagai manusia yang beriman, maka perjanjian antara Iblis dan Allah ini harus bisa dijadikan sebagai peringatan tentang sifat, keimanan dan rencana Iblis terhadap manusia serta betapa Allah bersifat adil dan bijaksana terhadap semua makhluknya. Sudah sepatutnya kita yang masih beriman ini selalu melakukan evaluasi terhadap keimanan yang kita miliki dan membentengi diri kita terhadap tipu daya Iblis dengan cara menjadi manusia yang ikhlas lahir batinnya.

Tidak ada komentar: